Karya digital
berjudul Ambang menghadirkan suasana yang tenang sekaligus penuh makna.
Lukisan ini merupakan karya Fiesta Pasha, Mahasiswi Unnes yang telah menggelar
pameran tunggal dengan tajuk ”Kedamaian yang Luruh”. Dengan ukuran 60 x 60 cm,
karya ini menggambarkan momen sederhana yang menyimpan perenungan mendalam
tentang perjalanan batin seseorang ketika berada di titik perubahan dalam
hidupnya.
Dalam karya
tersebut, terlihat seorang perempuan duduk di dalam ruangan yang gelap. Ia
tidak melakukan banyak gerakan, hanya menatap keluar melalui jendela. Di luar
sana, langit senja memancarkan cahaya hangat yang perlahan masuk ke dalam
ruangan. Perbedaan antara suasana gelap di dalam dan terang di luar menciptakan
kontras yang kuat, sekaligus menjadi simbol dari keadaan batin tokoh dalam
karya ini.
Kegelapan ruangan
menggambarkan perasaan ragu, kenangan, dan pengalaman masa lalu yang masih
membayang. Sementara cahaya senja di luar jendela menghadirkan harapan baru
yang perlahan mulai terlihat. Meski belum sepenuhnya berani melangkah keluar,
perempuan itu tidak lagi menutup dirinya dari kemungkinan yang ada.
Jendela dalam
karya ini menjadi simbol penting. Ia seperti batas tipis antara masa lalu yang
menahan langkah dan masa depan yang menunggu untuk dijalani. Melalui Ambang,
seniman mengajak penonton memahami bahwa perubahan sering kali dimulai dari
momen kecil: ketika seseorang mulai berani menatap harapan meskipun masih
berdiri di ambang keraguan.
(Sumber gambar: katalog karya pameran
”kedamaian yang luruh”)