Di Ambang Cahaya: Kisah Sunyi Tentang Keberanian untuk Melangkah

Selasa, 10 Maret 2026 12:37:35

Karya digital berjudul Ambang menghadirkan suasana yang tenang sekaligus penuh makna. Lukisan ini merupakan karya Fiesta Pasha, Mahasiswi Unnes yang telah menggelar pameran tunggal dengan tajuk ”Kedamaian yang Luruh”. Dengan ukuran 60 x 60 cm, karya ini menggambarkan momen sederhana yang menyimpan perenungan mendalam tentang perjalanan batin seseorang ketika berada di titik perubahan dalam hidupnya.

Dalam karya tersebut, terlihat seorang perempuan duduk di dalam ruangan yang gelap. Ia tidak melakukan banyak gerakan, hanya menatap keluar melalui jendela. Di luar sana, langit senja memancarkan cahaya hangat yang perlahan masuk ke dalam ruangan. Perbedaan antara suasana gelap di dalam dan terang di luar menciptakan kontras yang kuat, sekaligus menjadi simbol dari keadaan batin tokoh dalam karya ini.

Kegelapan ruangan menggambarkan perasaan ragu, kenangan, dan pengalaman masa lalu yang masih membayang. Sementara cahaya senja di luar jendela menghadirkan harapan baru yang perlahan mulai terlihat. Meski belum sepenuhnya berani melangkah keluar, perempuan itu tidak lagi menutup dirinya dari kemungkinan yang ada.

Jendela dalam karya ini menjadi simbol penting. Ia seperti batas tipis antara masa lalu yang menahan langkah dan masa depan yang menunggu untuk dijalani. Melalui Ambang, seniman mengajak penonton memahami bahwa perubahan sering kali dimulai dari momen kecil: ketika seseorang mulai berani menatap harapan meskipun masih berdiri di ambang keraguan.

(Sumber gambar: katalog karya pameran ”kedamaian yang luruh”)

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Desyfa Cahya Aina

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.