Ijazah Sehari dari Pasar Seni ITB 2025 Realisasi ketika Satir dan Seni Bertemu

Jumat, 07 November 2025 21:23:03
Ijazah Sehari dari Pasar Seni ITB 2025 Realisasi ketika Satir dan Seni Bertemu

Setelah sebelas tahun vakum, Pasar Seni ITB kembali digelar pada 18 dan 19 Oktober 2025 dengan meriah. Ratusan ribu pengunjung memadati area kampus Institut Teknologi Bandung yang disulap menjadi ruang terbuka penuh warna, kreativitas, dan ide segar dari mahasiswa maupun dosen. Di tengah ratusan stan yang menjajakan karya seni rupa, musik, dan desain, ada satu stan yang paling mencuri perhatian publik, yakni stan milik Kelompok Keilmuan Literasi Budaya Visual (KKLBV) dari Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB.

Stan ini bukan sekadar tempat jualan karya, tapi sebuah ruang gagasan. Mereka menghadirkan konsep satir bertajuk “Penjualan Ijazah Sehari”. Pengunjung yang datang bisa membeli selembar ‘ijazah’ dari kampus fiktif bernama Institut Pasar Seni Indonesia, lengkap dengan tanda tangan ‘rektor’ dan ‘dekan’ fiktif. Harga ijazahnya pun simbolis, sekitar belasan ribu rupiah. Namun yang dijual bukan sekadar kertas, melainkan refleksi sosial tentang bagaimana masyarakat memaknai gelar dan pendidikan formal sebagai simbol prestise dan legitimasi pengetahuan.

Lewat karya ini, para seniman dan akademisi ITB ingin mengajak publik berpikir kritis. Di era digital yang serba instan, nilai pendidikan sering kali diukur dari selembar kertas, bukan dari proses belajar yang sesungguhnya. Satir ini menyoroti fenomena sosial tentang ‘jual-beli gelar’ dan krisis kejujuran akademik yang marak diperbincangkan di masyarakat. Dengan gaya humor yang cerdas, stan ini memancing tawa sekaligus renungan.

Suasana di sekitar stan begitu hidup. Banyak pengunjung yang antre untuk membeli ijazah sambil berdiskusi dengan penjaga stan mengenai makna di balik karya tersebut. Tidak sedikit yang menjadikan stan ini sebagai latar foto, karena tampilannya unik dan penuh elemen visual khas dunia akademik yakni meja pendaftaran, toga, hingga papan nama universitas fiktif.

Stan “Penjualan Ijazah Sehari” menjadi bukti bahwa seni tidak hanya berhenti pada estetika, tetapi juga bisa menjadi medium kritik sosial yang elegan dan komunikatif. Lewat parodi yang cerdas, KKLBV ITB berhasil mengubah isu serius menjadi bahan refleksi publik yang ringan, jenaka, namun bermakna.

Pasar Seni ITB 2025 pun bukan sekadar festival seni, tetapi juga ruang dialog antara seniman, akademisi, dan masyarakat tentang makna kejujuran, pendidikan, dan kreativitas di tengah realitas yang semakin absurd.

(Sumber gambar: kabarkampus.com)

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Setiya Adi Buono

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.