Rumah lelang Sotheby’s kembali menghadirkan karya seni Asia Tenggara yang
menarik perhatian kolektor, salah satunya Return to the Village karya
Tran Van Ha (1911–1974). Dilukis sekitar tahun 1950 dengan medium lak
(lacquer) di atas kayu, karya ini mencerminkan kekuatan narasi visual
sekaligus keunikan teknik seni Vietnam modern.
Tran Van Ha dikenal sebagai pelukis yang konsisten mengangkat tema
kehidupan sehari-hari dan lanskap pedesaan. Dalam Return to the Village,
ia menghadirkan suasana pulang kampung yang hangat dan reflektif—sebuah tema
universal yang dekat dengan pengalaman banyak orang. Melalui teknik lak yang
rumit dan berlapis, suasana desa digambarkan tidak sekadar sebagai ruang fisik,
tetapi juga sebagai ruang emosional dan kultural.
Secara visual, medium lacquer memberi kedalaman warna dan kilau khas yang
sulit dicapai oleh cat konvensional. Teknik ini juga menuntut ketelitian
tinggi, menjadikan setiap karya lacquer bernilai khusus di mata kolektor.
Ukuran karya yang cukup besar, 61,3 x 113,5 cm, memperkuat daya hadir lukisan
ini sebagai focal point dalam sebuah koleksi.
Di Sotheby’s, Return to the Village ditawarkan dengan estimasi 1.500–2.000
euro, rentang harga yang relatif terjangkau bagi kolektor pemula maupun
pencinta seni Asia Tenggara. Lelang ini menunjukkan bahwa karya dengan nilai
historis dan kultural kuat tidak selalu berada di luar jangkauan.
Kehadiran karya Tran Van Ha di Sotheby’s menegaskan meningkatnya perhatian
pasar global terhadap seni Vietnam modern—bukan hanya sebagai artefak regional,
tetapi sebagai bagian penting dari peta seni dunia.
(Sumber gambar: sothebys.com)