Jenuh yang Membumbung: Saat Topeng Sosial Tak Lagi Mampu Menutupi Lelah

Senin, 06 April 2026 22:57:15

Dalam hiruk-pikuk ekspektasi sosial, manusia sering kali terjebak dalam siklus "menjadi orang lain". Fenomena batin inilah yang ditangkap dengan sangat intim oleh seniman Arief Hadinata melalui karyanya yang berjudul "Jenuh yang Membunuh". Dipamerkan dalam pameran tunggal bertajuk Break The Loops (2026), karya berukuran A4 ini menggunakan kombinasi medium yang berani: marker, crayon, acrylic, hingga spray paint.

Secara visual, karya ini menggambarkan transformasi manusia yang berada di titik nadir kejenuhan. Sorot mata yang sayu dan ekspresi lelah menjadi kontras yang tajam dengan tuntutan profesi yang mengharuskannya untuk tetap tersenyum dan terlihat "sumringah". Namun, Arief membawa narasi ini lebih dalam. Kejenuhan yang dimaksud bukanlah tentang kelelahan fisik akibat aktivitas menggambar yang repetitif, melainkan kejenuhan internal karena ketidakjujuran pada diri sendiri.

Arief merefleksikan bagaimana seseorang sering kali menggunakan "pakaian modis dan wangi" hanya untuk menutupi bau badan—sebuah metafora untuk rasa insecurity yang disembunyikan rapat-rapat. Jika terus dibiarkan tanpa adanya upaya untuk jujur pada diri sendiri, perasaan ini perlahan akan "membunuh" karakter asli sang individu. Melalui goresan warna yang ekspresif, Arief mengajak kita untuk berhenti sejenak dan berani menatap sisi rapuh di dalam diri.

Karya yang sarat akan makna psikologis ini kini hadir bagi Anda yang ingin mengoleksi bukan sekadar visual, melainkan sebuah refleksi kehidupan. Jangan lewatkan kesempatan untuk memiliki potongan jujur dari perjalanan emosional Arief Hadinata. Segera kunjungi rasanyalelangkarya.com dan jadilah bagian dari pelelangan karya istimewa ini sebelum waktu berakhir. Koleksi ini adalah pengingat abadi bahwa kejujuran pada diri sendiri adalah kemewahan yang tak ternilai.


Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Desyfa Cahya Aina

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.