”Masa Peralihan”: Seni yang Menjadi Ruang Renungan Sejarah

Sabtu, 08 November 2025 18:58:34
”Masa Peralihan”: Seni yang Menjadi Ruang Renungan Sejarah


Pameran “Masa Peralihan” karya Enka Komariah di Cemeti Institute for Art and Society, Yogyakarta, menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar visual. Diselenggarakan pada 26 September hingga 15 November 2025, pameran ini menyuguhkan perjalanan reflektif tentang bagaimana Indonesia terus bergerak di antara masa lalu dan masa kini antara ingatan dan perubahan.

Enka, yang dikenal lewat karya-karya tentang memori dan identitas sosial, menyusun instalasi, lukisan, dan arsip visual yang menggambarkan suasana batin bangsa di tengah pergeseran sejarah. Ia tidak hanya menampilkan artefak masa lampau, tetapi menghidupkannya kembali dalam bentuk baru: surat lama, foto keluarga, dan dokumen kolonial dikolase dengan video art dan instalasi cahaya. Hasilnya adalah ruang pamer yang terasa personal sekaligus universal yang mengajak pengunjung merenungkan bagaimana sejarah bukan hanya deretan peristiwa, tetapi juga bagian dari diri kita.

Tema ‘peralihan’ yang ada bukan sekadar pergantian zaman, melainkan refleksi mendalam tentang perubahan nilai, cara berpikir, dan identitas kolektif. Melalui pencahayaan lembut dan palet warna kusam, Enka mengekspresikan nostalgia tanpa romantisasi. Ia tidak mengajak kita kembali ke masa lalu, melainkan memahami bagaimana masa itu masih berdenyut dalam kehidupan kini.

Cemeti Institute juga memperkuat makna pameran ini dengan menghadirkan diskusi publik, tur edukatif, dan lokakarya reflektif, menjadikannya ruang dialog sosial lintas generasi. Bagi pelajar dan pendidik, pameran ini dapat menjadi media belajar kontekstual tentang nilai karakter, empati sejarah, dan kebudayaan.

Pada akhirnya, “Masa Peralihan” mengingatkan bahwa perubahan adalah bagian dari kehidupan, seperti karya-karya Enka, kita semua hidup di ruang antara, antara kehilangan dan penemuan, antara yang lalu dan yang akan datang.


(Sumber gambar: @cemeti.institute)

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Setiya Adi Buono

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.