Menggugat Narasi Sejarah Melalui Serial Lukisan "How It Go, How It Ends"

Jumat, 27 Maret 2026 23:49:20

Memahami sejarah kolonialisme tidak selalu harus melalui buku teks yang tebal. Perupa Airlangga Satryatama Wisnumurti, dalam pameran tunggalnya yang bertajuk "Unspoken: Antara Ingatan dan Imajinasi", menawarkan perspektif baru melalui rangkaian karya berjudul "How It Go, How It Ends". Karya tahun 2024 ini merupakan seri lima lukisan akrilik di atas kanvas berukuran 15 x 15 cm yang merekam evolusi penjajahan di Nusantara.

Rangkaian ini secara kronologis memotret bagaimana motif ekonomi perlahan bergeser menjadi hasrat penguasaan wilayah. Narasi dimulai dari kedatangan penjelajah yang didorong rasa ingin tahu dan perdagangan rempah. Perjalanan berlanjut pada momen perjumpaan di pasar pribumi, yang kemudian berubah menjadi perhitungan politik untuk menguasai celah kekuasaan. Klimaks dari seri ini menggambarkan kekerasan terbuka sebagai alat legitimasi ambisi penjajah.

Hal yang paling menarik adalah penutup dari rangkaian ini. Lukisan kelima tidak menyajikan akhir yang bahagia, melainkan sebuah "kedamaian sementara" atau jeda yang rapuh. Airlangga melalui karyanya ingin mengingatkan kita bahwa kolonialisme mungkin telah berganti rupa, namun jejak dan polanya sering kali belum benar-benar usai, melainkan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bagi Anda yang menghargai kedalaman filosofis dalam karya seni berukuran ringkas, seri "How It Go, How It Ends" kini tersedia untuk Anda miliki melalui rasanyalelangkarya.com dengan harga Rp3.750.000. Karya ini adalah pilihan tepat bagi kolektor yang mencari narasi sejarah yang kuat namun disajikan secara estetis dan modern. Segera kunjungi laman kami untuk mengamankan koleksi berharga ini dan jadikan ia bagian dari ruang kontemplasi di hunian Anda sebelum masa lelang berakhir.

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Desyfa Cahya Aina

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.