Retak di Balik Pintu: Memaknai Ironi Rumah dalam "Home (not) Sweet Home"

Kamis, 09 April 2026 08:45:00

Rumah idealnya menjadi pelabuhan terakhir untuk melepas penat. Namun, bagi seniman Arief Hadinata, narasi "rumahku surgaku" tidak selalu berjalan linier. Melalui karyanya yang bertajuk "Home (not) Sweet Home" dalam pameran tunggal Break The Loops (2026), Arief membedah sisi gelap dari struktur keluarga yang tampak harmonis di permukaan, namun menyimpan sesak di dalamnya.

Karya berukuran A4 yang dipoles dengan kombinasi apik antara marker, akrilik, hingga spray paint ini memvisualisasikan sosok berkepala besar dengan mata melongo. Ekspresi ini menangkap kekosongan jiwa seseorang yang terjepit di antara ekspektasi dan realitas. Di dalam pikiran sosok tersebut, tergambar sebuah rumah yang jauh dari kata manis, sebuah kritik tajam terhadap pola asuh kolot dan kurangnya validasi emosional dari keluarga besar.

Arief bercerita tentang kerinduan seorang pria dewasa yang ingin kembali menjadi "anak kecil" yang dimanjakan dan didengarkan—namun justru selalu dituntut memikul beban peran sebagai suami dan ayah, bahkan di rumah orang tuanya sendiri. Ketimpangan perspektif inilah yang membuat hubungan antar-generasi sering kali menjadi keruh dan penuh kepura-puraan.

Karya yang berkarakter dan menyentuh ini kini hadir secara eksklusif untuk Anda miliki. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengapresiasi sekaligus mengoleksi potongan kejujuran emosional Arief Hadinata melalui platform rasanyalelangkarya.com. Membeli karya ini bukan sekadar investasi seni, melainkan bentuk dukungan terhadap keberanian seniman dalam menyuarakan isu kesehatan mental dan dinamika keluarga. Segera kunjungi laman kami dan jadilah pemilik dari narasi yang luar biasa ini sebelum masa lelang berakhir!


Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Desyfa Cahya Aina

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.