Satu Bidang, Seribu Tafsir: Karya Günther Förg 1997 Hadir di Arena Lelang

Kamis, 15 Januari 2026 13:11:28
Satu Bidang, Seribu Tafsir: Karya Günther Förg 1997 Hadir di Arena Lelang

Di tengah hiruk-pikuk pasar seni Eropa, satu karya di atas kertas karya Günther Förg kembali menarik perhatian kolektor. Seniman Jerman kelahiran 1952 ini dikenal lewat eksplorasi abstraksi yang tegas, dingin, sekaligus reflektif dan karya Untitled bertahun 1997 menjadi salah satu contoh kuat dari fase kedewasaannya.

Dikerjakan menggunakan medium akrilik di atas kertas, karya berukuran 69,7 x 49,5 cm ini menampilkan gestur visual khas Förg: bidang warna yang tampak sederhana, namun menyimpan ketegangan antara struktur dan kebebasan. Tanpa judul, Förg seolah sengaja membiarkan ruang tafsir terbuka lebar, memberi kebebasan penuh bagi penikmatnya untuk masuk ke dalam dialog personal dengan karya.

Karya ini ditandatangani dan diberi tanggal langsung oleh seniman di sudut kanan atas, menegaskan keotentikannya. Lebih jauh, arsip resmi Estate Günther Förg mencatat karya ini dengan nomor WVF.97.P.1849, sebuah detail penting yang menambah bobot historis dan nilai kolektibilitasnya. Riwayat kepemilikan yang jelas, berasal dari Gallery Vera Munro, Hamburg, sebelum berpindah ke kolektor saat ini—juga menjadi poin krusial dalam konteks lelang.

Di pasar, karya ini diperkirakan akan terjual pada kisaran 8.000 hingga 12.000 EUR. Estimasi tersebut relatif terjangkau jika dibandingkan dengan karya kanvas Förg, menjadikannya pintu masuk menarik bagi kolektor yang ingin memiliki karya autentik seniman ini.

Lebih dari sekadar objek estetis, Untitled (1997) merepresentasikan cara Förg memandang seni sebagai medan eksperimen intelektual. Sebuah karya yang tenang di permukaan, namun terus bekerja di benak siapa pun yang menatapnya, dan kini, siap menemukan pemilik baru melalui meja lelang.

(Sumber gambar: sothebys.com)

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Setiya Adi Buono

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.