Seni Sebagai "Pintu Pembuka" Kesehatan Mental: Mengulas Sisi Psikologis di Balik Melukis Puzzle

Senin, 06 April 2026 22:51:39

Kegiatan melukis kini tidak lagi dipandang sekadar hobi estetika, namun juga sebagai medium terapi batin yang efektif. Melalui acara "Exit The Loops: Puzzle Painting Workshop" yang diadakan oleh Hokystudio di Amoora Caffe Semarang, seni rupa digunakan sebagai instrumen untuk mengenali diri dan mengurai emosi. Sesuai dengan diskusi dalam rangkaian pameran "Break The Loops", seni berperan sebagai "ruang aman" untuk self-healing atau penyembuhan mandiri.

Psikolog juga menekankan bahwa seni adalah media untuk menuangkan emosi agar dapat dimengerti, baik oleh diri sendiri maupun audiens. Meskipun bukan solusi akhir untuk masalah psikologis yang berat, kegiatan kreatif seperti melukis puzzle menjadi "pintu pembuka" bagi seseorang untuk mulai peduli pada kesehatan mentalnya. Menariknya, lokakarya ini juga memberikan voucher konseling sebagai langkah lanjutan bagi peserta yang membutuhkan bantuan ahli.

Di tengah isu toxic masculinity yang sering menghambat laki-laki untuk bercerita tentang masalah mereka, kegiatan seni yang inklusif ini menawarkan kesempatan bagi siapa saja untuk menyalurkan emosi. Keluarga dan komunitas diharapkan dapat menjadi ruang aman yang saling memahami emosi demi kesehatan mental yang lebih baik bagi seluruh generasi.

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Desyfa Cahya Aina

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.