Viral! Tanaman Tauge Tumbuh di Media Tanam Pembalut di Stan Pasar Seni ITB 2025

Jumat, 07 November 2025 21:26:47
Viral! Tanaman Tauge Tumbuh di Media Tanam Pembalut di Stan Pasar Seni ITB 2025

Pasar Seni Institut Teknologi Bandung Tahun 2025 digelar selama dua hari dari tanggal 18 sampai 19 Oktober 2025 di area kampus pusat ITB. Salah satu hal yang menjadi perhatian publik adalah stan yang menyajikan softex sebagai media tanam tauge. Hal tersebut merupakan wujud kebebasan dan keberanian berekspresi. Karya ini tampil sederhana, tapi maknanya begitu dalam dan menggugah.

Di dalam stan sederhana dengan meja yang dibalut kain hitam, pengunjung akan menemukan beberapa lembar Softex yang dijajarkan rapi di atas meja, masing-masing menjadi “tanah” bagi kecambah kecil yang tumbuh di atasnya. Tanaman mungil itu tumbuh dari biji-bijian yang sengaja diletakkan di atas pembalut wanita yang berfungsi sebagai media tanam. Pemandangan ini jelas tidak biasa, bahkan terkesan provokatif. Namun, justru di situlah kekuatannya — seni yang berani berbicara lewat simbol dan kontras.

Secara ilmiah, sebenarnya menanam tauge di atas pembalut (softex) merupakan eksperimen sederhana yang berhasil karena pembalut berfungsi sebagai media tanam yang menyediakan kondisi esensial untuk proses perkecambahan. Eksperimen ini mendemonstrasikan bahwa benih kacang hijau tidak memerlukan tanah untuk memulai perkecambahan, melainkan hanya memerlukan air, oksigen, dan suhu yang tepat.

karya ini merupakan refleksi tentang kesuburan, tubuh perempuan, dan siklus kehidupan. Softex, yang selama ini dianggap benda pribadi dan tabu dibicarakan di ruang publik, dihadirkan secara terbuka dan dipadukan dengan kecambah sebagai simbol pertumbuhan dan harapan baru. Perpaduan keduanya seolah menantang cara pandang masyarakat terhadap tubuh dan alam: keduanya adalah sumber kehidupan, tetapi sering kali diabaikan atau disembunyikan.

Reaksi pengunjung pun beragam. Ada yang kagum dengan keberanian ide tersebut, ada pula yang tampak bingung dan bertanya-tanya. Namun, itulah tujuan karya ini, untuk mengajak publik berdialog, bukan sekadar memandangi estetika, sehingga seni yang muncul dalam stan yang menyajikan tauge di atas pembalut menjadi perbincangan banyak orang. Dalam unggahan di aplikasi Tiktok banyak warganet yang menanyakan dimana letak seninya, kemudian terdapat komentar yang cukup menarik, yakni ”yang bilang seninya dimana, ya itu di pemikiran uniknya, elu pada kepikiran nggak? Nah di situ letak serunya”.

Pasar Seni ITB 2025 pun kembali membuktikan diri sebagai ruang bebas ide — tempat di mana hal-hal yang dianggap tabu bisa tumbuh menjadi wacana baru, seperti kecambah kecil yang berani hidup di atas lembar Softex: lembut, tetapi kuat, sederhana, tapi penuh makna.


 (Sumber gambar: Tiktok Rey Happy Kids)

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Setiya Adi Buono

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.