Ironi Kedamaian: Menakar Ketangguhan di Era "Evolusi Mental"

Kamis, 02 April 2026 00:26:38

Dalam hiruk-pukuk teknologi yang serba instan, apakah manusia modern benar-benar menjadi lebih kuat? Pertanyaan reflektif inilah yang diusung oleh Airlangga Satryatama Wisnumurti melalui karyanya yang berjudul "Evolusi Mental di Dunia yang Tak Lagi Berperang" (2024). Dipamerkan dalam eksibisi tunggal "Unspoken: Antara Imajinasi dan Ingatan", lukisan akrilik berukuran 40x30 cm ini memotret pergeseran drastis jiwa manusia.

Dahulu, medan perang menempa keberanian dan pengorbanan kolektif demi kedaulatan. Kini, ketika ancaman fisik memudar, Airlangga melihat munculnya ancaman baru yang lebih sunyi: kelelahan mental dan kekosongan makna. Melalui sapuan kuasnya, ia menyindir kenyamanan berlebih yang justru menjebak generasi sekarang dalam zona nyaman yang membuai namun rapuh. Tanpa adanya ancaman nyata, ketangguhan perlahan luruh, digantikan oleh perjuangan batin melawan kehampaan di tengah kemajuan teknologi.

Karya yang sarat akan kritik sosial ini kini ditawarkan kepada publik dengan harga Rp2.850.000. Bagi kolektor seni, karya ini bukan sekadar pajangan dinding, melainkan cermin besar tentang kondisi psikologis zaman kita. Memiliki lukisan ini berarti merawat pengingat bahwa perdamaian sejati menuntut kewaspadaan mental agar kita tidak kalah oleh kemudahan yang kita ciptakan sendiri. 

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Desyfa Cahya Aina

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.