Dalam hiruk-pukuk teknologi yang serba instan,
apakah manusia modern benar-benar menjadi lebih kuat? Pertanyaan reflektif
inilah yang diusung oleh Airlangga Satryatama Wisnumurti melalui karyanya yang
berjudul "Evolusi Mental di Dunia yang Tak Lagi Berperang" (2024).
Dipamerkan dalam eksibisi tunggal "Unspoken: Antara Imajinasi dan
Ingatan", lukisan akrilik berukuran 40x30 cm ini memotret pergeseran
drastis jiwa manusia.
Dahulu, medan perang menempa keberanian dan
pengorbanan kolektif demi kedaulatan. Kini, ketika ancaman fisik memudar,
Airlangga melihat munculnya ancaman baru yang lebih sunyi: kelelahan mental dan
kekosongan makna. Melalui sapuan kuasnya, ia menyindir kenyamanan berlebih yang
justru menjebak generasi sekarang dalam zona nyaman yang membuai namun rapuh.
Tanpa adanya ancaman nyata, ketangguhan perlahan luruh, digantikan oleh
perjuangan batin melawan kehampaan di tengah kemajuan teknologi.
Karya yang sarat akan kritik sosial ini kini
ditawarkan kepada publik dengan harga Rp2.850.000. Bagi kolektor seni, karya
ini bukan sekadar pajangan dinding, melainkan cermin besar tentang kondisi
psikologis zaman kita. Memiliki lukisan ini berarti merawat pengingat bahwa
perdamaian sejati menuntut kewaspadaan mental agar kita tidak kalah oleh
kemudahan yang kita ciptakan sendiri.